Pada pagi kemarin Presiden SBY mengemukakan mengenai peran sikap optimisme kita dalam menghadapi perubahan dimensi kehidupan, khususnya kita sebagai bangsa asia harus optimis karena arah pergerakan dan pergeseran sumbu ekonomi dunia mulai condong ke asia. Apabila kita runut lebih detail kita banyak menjumpai fakta yang sedikit banyak mendukung dari paparan beliau, Amerika dan Eropa telah mengalami sekresi ekonomi yang akut dimana pasar finansial hanya mampu memberikan kamuflase ekonomi yang berujung pada kebangkrutan, harga saham di masing-masing negara tersebut telah mengalami konjungtur, dimana harga saham sama sekali tidak dapat mencerminkan outlook kontribusi sektor riil secara nyata.
Indonesia sudah sepatutnya mulai mengaca diri, mulai dari mana seharusnya kita menapak dan pencapaian apa yang seharusnya terlampaui dari langkah-langkah yang diambil tersebut. seperti halnya saya teringat perkataan mantan PM Thailand Thaksin Sinawatra bahwa sebelum suatu negara menapak pada jenjang globalisasi hendaknya mulai mengukuhkan kekuatan dengan meletakkan fondasi ekonomi sektoral pada masing-masing wilayah yang lebih kecil di suatu negara tersebut. Bila berpikir globalisasi hendaknya juga berpikir secara Ruralisasi, sebelum menjangkau cakupan pada tataran makro hendaknya mempunyai pijakan di tataran mikro. Secara sederhana paparan tersebut dapat diterapkan di indonesia yang terdiri dari sebaran kepulauan, kabupaten, kota dan propinsi dimana masing-masing area mempunyai daya saing produksi tersendiri. Apabila hal tersebut dijadikan platform pemerintah dalam merancang design pembangunan secara koheren maka akan didapatkan site plan pembangunan yang bersifat sustain atau berkelanjutan, karena karekteristik dari masing-masing daerah dapat dituangkan dalam skema APBN dimana akan menjadi elemen ekonomi yang menjadi kontributor dalam pembentukan PDB Nasional, karena masing-masing daerah akan mampu menciptakan keunggulan komparatif yang apabila digabungkan akan menjadi competitive advantage suatu bangsa, sehingga Indonesia akan mampu menjual karakteristik bangsanya sebagai kontribusi dalam percaturan ekonomi dunia.

0 komentar:
Posting Komentar